"Karena kebutuhan yang makin mendesak, menurut kami kereta api menuju Bandara Soekarno-Hatta, harus ada," ujar Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, saat jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2011).
Dikarenakan sudah adanya jalur dari Jakarta menuju Tanggerang. Nantinya, PT KAI hanya perlu menambah jalur kereta api dari Tanggerang menuju bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Percepatan pembangunan tersebut, katanya, didukung dengan terbitnya Perpres No 83 Tahun 2011 Tentang Penugasan PT KAI Untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Api Bandar Udara Soetta dan Jalur Lingkar Jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi.
"Dengan adanya Perpres tersebut berarti PT KAI diberi kewenangan penuh untuk membangun sarana dan prasarana. Dana nya pun bukan dari APBN, jadi lebih hemat," tegasnya.
Saat ini, PT KAI sudah melakukan seleksi konsultan dan akan melakukan uji kelayakan dalam waktu 6 bulan. "Setelah itu baru kita bangun sarana dan prasarana nya," imbuhnya.
(lrn/lrn)











































