Kasus DBD tidak hanya menyebar secara meluas di Riau, namun dalam skala nasional hal serupan juga terjadi di seluruh provinsi di Indonesia. Salah satu pemicu penyebaran tersebut tidak lain, oleh hadirnya penangkaran sarang walet.
"Hasil investigasi Dinas Kesehatan Riau bersama dinas kabupaten dan kota, diketahui, salah satu pemicu penyebaran DBD ini akibat penangkaran sarang walet. Masyarakat harus waspada di sekitarnya terdapat penangkaran sarang walet," Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Chairul Riski kepada detikcom, Kamis (7/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini salah satu dari sekian banyak pemicu penyebaran DBD. Kita mengharapkan masyarakat untuk waspada bila lokasi rumahnya berada di kawasan penangkaran sarang walet," terang Riski.
Catatan detikcom, di Pekanbaru juga banyak terdapat bangunan gedung dengan rata-rata berlantai 4 dijadikan sarang walet. Sarang walet ini dibangun sebagian besar di perbatasan kota.
Sedangkan untuk Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tempatnya di Bagansiapi-api, sebagai ibukota, justru bangunan gedung walet dibangun di tengah pemukiman penduduk. Di pusat kota itu, hampir seluruh bangunan gedung bagian atasnya dijadikan penangkaran walet.
Malah saban hari secara nonstop, masyarakat di sana dibisingkan oleh suara kicauan burung walet yang diputar lewat kaset. Suara kaset lewat tape ini sengaja dipasang pemilik sarang walet untuk memikat agar burung walet masuk ke sarang.
(cha/anw)











































