"Masih tidak sadar, kedokteran istilahnya tidur dalam. Kalau kita tanya-tanya masih merespons mengangguk, seperti saat saya tanya apakah dia mahasiwa dia mengangguk," kata Ribka usai menjenguk pria bakar diri di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2011).
Ribka mengatakan pelaku bakar diri itu juga mengangguk saat ditanya apakah dirinya orang Batak. "Dia juga mengangguk saat ditanya orang Batak," tuturnya.
Namun menurut Ribka, tidak semua pertanyaan diiyakan oleh pria yang membakar dirinya itu. "Kalau tidak setuju dia hanya diam saja," sambungnya.
Ribka menduga pria ini memiliki tuntutan ke pemerintah sehingga nekat melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka. "Kemungkinan dia rakyat yang memiliki tuntutan pada pemerintah, kalau tidak ngapain dia bakar diri di depan Istana. Kalau memang motifnya sakit hati mending bakar diri di depan pacar saja," ucapnya.
Ribka menyatakan saat mengunjungi korban, dirinya didampingi Dirut dan Wakil RSCM. Dia menyatakan biaya pengobatan untuk korban bakar diri akan ditanggung negara melalui Jamkesmas. "Kalau nanti ada keluarga yang mengaku jangan sampai ada hitung-hitungan lagi tetap negara yang membiayai," ujarnya.
Ribka menyatakan selain mengunjungi korban bakar diri tersebut dirinya juga akan melakukan check up kesehatan di RSCM. "Saya juga akan melakukan check up," imbuhnya.
(nal/nvt)











































