Rekonstruksi Kasus Raafi Segera Digelar, Paspampres Dihadirkan

Rekonstruksi Kasus Raafi Segera Digelar, Paspampres Dihadirkan

- detikNews
Kamis, 08 Des 2011 11:27 WIB
Rekonstruksi Kasus Raafi Segera Digelar, Paspampres Dihadirkan
Jakarta - Penyidik Polres Jakarta Selatan akan segera menggelar rekonstruksi penusukan siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin (17). Dalam rekonstruksi itu, anggota Paspampres, yang disebut-sebut ketitipan senjata tajam milik tersangka Sher M Febryawan alias Febry, akan dihadirkan.

"Ya mudah-mudahan secepatnya kita lakukan rekonstruksi. Nanti kita akan meminta ke Puskom untuk menghadirkan saksi dari anggota Paspampres," jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto saat dihubungi detikcom, Kamis (8/12/2011).

Rekonstruksi direncanakan dilakukan di TKP penusukan, Cafe Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan. Hanya saja, Imam tidak menyebut secara pasti kapan rekonstrukri tersebut akan digelar. "Nanti kalau sudah waktunya kita kabari," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Raafi ditusuk saat menghadiri pesta ulang tahun temannya di Cafe Shy Rooftop, Kemang, Jaksel pada Sabtu (5/11) dini hari lalu. Polisi menyebut, pelaku penusukan adalah Febry.

Penusukan diawali dengan perselisihan antara kelompok Raafi dengan kelompok Febry. Conie, istri Febry yang juga didtetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, dianggap sebagai pemicu keributan.

Jatuhnya Conie saat tersenggol kelompok Raafi, membuat Febry marah. Perkelahian antarkelompok itu pun terjadi hingga akhirnya Raafi terjatuh dan ditemukan berlumuran darah akibat luka tusuk pada perutnya.

Usai menusuk Raafi, pisau tersebut diserahkan kepada anggota Paspampres yang hingga kini dirahasiakan identitasnya. Namun, Imam mengatakan, pisau tersebut dikembalikan lagi oleh anggota Paspampres itu kepada Febry.

"Diserahkan di rumahnya Febry di Depok," kata Imam.

Meski anggota Paspampres itu hadir dan turut menyaksikan perkelahian antara korban dengan para tersangka, Imam menegaskan, tentara itu tidak terlibat.

"Dia tidak ikut mengeroyok, tapi memang tahu kejadian itu. Dia datang ke situ bersama tersangka Robi," katanya.

Polisi telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus tersebut. Namun hingga kini, senjata tajam diduga pisau yang digunakan untuk menusuk korban, belum ditemukan.

(mei/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads