"Keponakan saya ini pernah dipukul sampai giginya rontok, dipukul pakai paralon, ditendang. Tetangga-tetangga banyak yang mendengar tangisan," jelas kerabat ME, Martha, saat dihubungi detikcom, Kamis (8/12/2011).
Martha bercerita pada Rabu (7/12) malam, bocah ME dijemput polisi dari rumahnya. Martha mengaku tidak tahu dari mana polisi mendapat laporan. Dia hanya diminta segera datang ke lokasi rumah adiknya, K, yang juga istri F.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martha juga bercerita, ayah kandung ME tidak diketahui. Karena dahulu adiknya K (32) mengandung di luar nikah. Adiknya itu pun tidak mau menyebut siapa yang menghamilinya.
K kemudian bekerja di toko bahan pokok suami Martha, yang juga berlokasi di daerah Bekasi. Penghasilan sebagai pekerja di toko itu juga digunakan untuk biaya ME. Martha dan suami juga membantu keuangan K dan membiayai ME.
"Saat ME berumur 2,5 tahun, adik saya bertemu F dan menikah. Mereka pun kemudian tinggal di rumah sendiri, ME ikut serta. Adik saya dilarang kerja sama suaminya jadi tinggal di rumah saja," jelas Martha.
Selama mengarungi bahtera rumah tangga itu, F bekerja serabutan. Mulai dari kontraktor hingga berjualan pakaian. Hingga kemudian saat ME berumur 6 tahun, Martha meminta agar adiknya menyekolahkan ME.
"Pada awal November lalu, ME dibawa adik saya ke toko suami saya untuk disekolahkan. Tapi pada 14 November suaminya datang dan membawa pulang kembali," jelas Martha.
Nah, keanehan terlihat saat ME sempat tinggal seminggu di rumah Martha. Bocah itu seperti orang bingung, ketakutan, dan terlihat kuyu.
"Dari tetangga kita mendengar kalau ayah tirinya suka melakukan penyiksaan," tuturnya.
(ndr/vit)











































