"Tidak, tidak. Dia tidak terlibat (pengeroyokan)," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Imam Sugianto saat dihubungi detikcom, Rabu (7/12/2011).
Imam mengatakan, Paspampres yang dirahasiakan identitasnya itu datang ke Cafe Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11) lalu atas undangan tersangka Robie.
"Dia (anggota Paspampres) datang ke situ bersama Robie," ujarnya.
Imam melanjutkan, setelah tersangka Febry menusuk Raafi, senjata tajam lalu dititipkan ke anggota Paspampres tersebut. "Sempat dititipkan ke dia (anggota Paspampres) tetapi kemudian diserahkan lagi ke Febry," ungkapnya.
Imam mengatakan, keterangan anggota Paspampres ini sangat membantu penyidikan polisi. Paspampres yang misterius ini pun lepas dari jeratan hukum karena dianggap kooperatif.
"Dia saksi kunci. Dia memang mengetahui kejadian itu, tapi dia tidak terlibat. Kita justru berterimakasih kepada dia karena dia sudah sangat kooperatif dan membantu penyidikan kita," jelasnya.
Imam mengungkapkan, pihaknya saat ini masih mencari senjata tajam tersebut. "Senjata tajamnya belum kita temukan," ujarnya.
Sementara saat ditanya senjata tajam jenis apa yang digunakan Febry untuk menusuk korban, Imam menjawab, "Kita lihat saja di persidangan nanti."
(mei/mok)











































