Boediono: Tambahan Marinir AS di Darwin Bukan Ancaman

Boediono: Tambahan Marinir AS di Darwin Bukan Ancaman

- detikNews
Rabu, 07 Des 2011 16:55 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat berencana menempatkan 2.500 pasukan marinir tambahan di pangkalan militernya di Darwin, Australia. Keberadaan lebih banyak pasukan tersebut dinilai bukan merupakan ancaman bagi kedaulatan Republik Indonesia.

"Penempatan marinir AS di Darwin, sampai sejauh ini kami tidak melihat sesuatu yang harus menjadi perhatian kami. Itu tidak masalah selama jelas tujuannya," ujar Wapres Boediono dalam Jakarta Foreign Correpondents Club di Hotel Intercontinental Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (7/12/2011).

Boediono juga menjelaskan Indonesia menjalankan politik bebas aktif. Dia tidak ingin berkomentar soal perang dominasi antara AS dan China di kawasan Asia Pasifik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menganut politik luar negeri bebas aktif. Kami ingin aktif memecahkan permasalahan di ASEAN dan kami tidak ingin memihak," terang Boediono.

Di dalam kunjungannya ke Australia beberapa waktu lalu, Presiden AS Barack Obama mengumumkan bahwa para marinir AS akan ditempatkan di Darwin mulai tahun 2012 mendatang. Banyak pihak yang menyebut langkah AS itu sebagai upaya untuk menyeimbangkan pertumbuhan kekuatan China di Asia-Pasifik.

Pemerintah China mengkritik rencana Amerika Serikat dan Australia untuk meningkatkan aliansi militer mereka dengan mengirimkan hingga 2.500 marinir AS ke Darwin, Australia. Bahkan Kementerian Pertahanan China menyebut langkah itu merupakan ekspresi Perang Dingin.

Penjelasan mengenai penambahan pasukan tersebut, telah disampaikan oleh Presiden Obama dan PM Jullia Gillard kepada Presiden SBY dalam pertemuan mereka dalam East Asia Summit di Nusa Dua, Bali. Disebutkan bahwa tujuan penambahan pasukan marinir adalah untuk meningkatkan kesiagaan menggelar operasi tanggap darurat bencana alam di kawasan Asia Pasifik.


(rdf/lh)


Berita Terkait