"Rencananya hari ini dia mau ke Australia, liburan sama maminya. Di sana dia kerumah adik saya di Australia," ujar Ayah Cristopher, Stephanus Melky Tanujaya, saat ditemui di rumah duka Atma Jaya, Jl Pluit Raya, Jakarta Utara, Rabu (7/12/2011).
Namun, rencana itu tinggal rencana. Siswa SMU Saint Joseph, Singapura, tersebut sudah menghembuskan nafas terakhir pada senin lalu (4/12). Padahal sang ayah menaruh harapan besar agar Cris kelak bisa menjadi ilmuwan yang berprestasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraih medali emas olimpiade matematika 2009 tingkat SMP tersebut harus meregang nyawa di tangan seorang pembunuh yang tak dikenal. Kini, sang ayah hanya bisa berharap agar pihak kepolisian bisa menemukan pelaku keji itu.
"Saya ingin tahu motif dari terbunuhnya anak saya, karena anak saya selalu bergaul secara positif tidak pernah terlibat hal-hal negatif," ungkapnya.
Cristopher rencananya akan dimakamkan di pemakan San Diego Hils, Karawang Jumat mendatang. Hingga saat ini, pelayat masih berkunjung ke rumah duka Atma Jaya, tempat Chris disemayamkan.
Pantauan detikcom, sekitar puluhan kerabat maupun saudara silih berganti masuk ke rumah duka tersebut. Foto Cris berdiri tegap di depan peti kayu berwarna cokelat.
(lrn/lrn)











































