5 Polwan Ciduk Fransisca, Ibu Yang Diduga Menculik Anak Kandung

5 Polwan Ciduk Fransisca, Ibu Yang Diduga Menculik Anak Kandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 07 Des 2011 15:27 WIB
5 Polwan Ciduk Fransisca, Ibu Yang Diduga Menculik Anak Kandung
Bandung -

Polda Jabar membantah keras pernyataan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengatakan adanya aksi penyeretan terhadap Fransisca saat proses penangkapan. Tuduhan terjadinya tindakan arogan oleh polisi ialah tidak benar.

"Tidak ada itu menyeret-nyeret. Enggak benar," kata Kabidhumas Polda Jabar AKBP Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (7/12/2011).

Ia menjelaskan, saat penjemputan Fransisca di Jakarta pada 29 Nopember lalu, sekitar 5 anggota Polda Jabar yang mayoritas perempuan, dibekali surat penangkapan. Selain berstatus tersangka, Fransisca juga ditetapkan DPO sejak kasus ini ditangani Polda Jabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martinus menegaskan polisi tak sedikit pun bertindak kasar. Lantaran kebetulan saat itu ada dua anak Fransisca. Berdasarkan rembugan, para bocah itu tak bisa ditinggal dan akhirnya turut ikut bersama seorang pembantu ke Mapolda Jabar.

"Polisi sekarang sudah reformis. Saya sudah ketemu dengan petugas yang saat itu menjemput Fransisca. Mereka memastikan tidak ada perlakuan seperti itu," tutur Martinus.

Sebelumnya Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), M. Iksan mengatakan pada saat penjemputan Fransisca, polisi melakukan tindakan represif. "Anak-anak melihat ibunya di diseret aparat di depan matanya sendiri. Ini kan keterlaluan," terang Iksan.

Kasus ini bermula ketika PN Jakarta Utara memutus cerai kedua orang tua tersebut pada 2005 lalu. Anehnya, hakim memberikan hak asuh kepada ayah, Peter. Padahal anak-anaknya masih belum cukup umur sehingga seharusnya ikut ibu. Hakim ini telah sampai proses Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA). Namun hakim memberikan hak asuh ke orang tua laki-laki. Akan tetapi, anaknya secara naluriah ikut dengan ibunya.

(bbp/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini