KM Amani Tenggelam di Laut Banda, Dua Selamat & 14 Hilang
Selasa, 20 Jul 2004 00:55 WIB
Ambon - Akibat dihantam ombak besar dan angin kencang KM Amani, sebuah kapal kargo dari Gresik Surabaya yang berlayar menuju Pulau Gorom di Seram Timur, Provinsi Maluku, tenggelam di perairan Laut Banda, pada Jumat (16/7/2004) lalu, sekitar pukul 05.00 WIT.Dari musibah tersebut, sedikitnya 14 orang hilang dan dua berhasil diselamatkan dalam peristiwa naas tersebut. Para penumpang yang hilang itu, diantaranya Kapten Kapal Arif Triyono dan Kepala Kamar Mesin Susan Sunagi.Peristiwa tenggelamnya KM Amani baru diketahui, Senin (19/07/2004) siang, saat KM Ceremai singgah di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dengan membawa kedua penumpang KM Amani yang berhasil diselamatkan.Dua penumpang yang diselamatkan oleh KM Ciremai itu masing-masing Muhammad Hadi yang bertugas sebagai Masinis I dan salah seorang Kelasi bernama Thamrin. Keduanya kini menjalani perawatan medis di RS Al-Fatah Ambon.Menurut pengakuan kedua korban, saat kejadian naas itu cuaca sangat gelap karena masih subuh. Angin yang bertiup saat itu sangat kencang sehingga mengakibatkan kapal menjadi oleng, ditambah lagi dengan hantaman ombak yang diperkirakan tingginya mencapai lima meter. "Ombak penyebab kapal tenggelam. Apalagi barang yang dibawah cukup banyak," ujar Thamrin.Tidak kuat menahan angin dan ombak yang besar, kapal milik seorang pengusaha asal Surabaya bernama Tong Yang yang membawa sembilan bahan pokok seperti beras, terigu, minyak goreng dan bahan kebutuhan lainnya serta bahan bangunan itu, akhirnya tenggelam.Muhammad Hadi dan Thamrin mengaku kalau mereka sempat terapung-apung di laut lepas itu lebih dari sehari, kira-kira 26 jam lamanya. Nasib keduanya sangat beruntung, karena saat itu KM Ciremai dari arah Bau-Bau Sulawesi Tenggara hendak menuju Ambon, melintasi perairan Laut Banda dan menemukan mereka berdua.Mereka akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa sampai ke Ambon, kemudian diserahkan ke Adpel Ambon. Oleh pihak Adpel mereka kemudian diserahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.Setelah mendapat laporan tentang tenggelamnya KM Amani dan 14 penumpangnya yang masih hilang, pihak Adpel Ambon langsung koordinasi dengan Lantamal VIII Ambon dan Polisi Perairan Polda Maluku untuk membantu pencarian penumpang yang hilang di laut.Sayangnya, kondisi cuaca yang buruk menjadi hambatan dalam upaya pencaharian para korban. Sampai berita ini diturunkan, upaya pencarian masih dilakukan dan belum ada satupun dari 14 penumpang itu yang berhasil diselamatkan. "Kondisi perairan menghambat proses pencarian korban. yang pasti pencarian terus dilakukan," ujar Kadiv Humas Polda Maluku, Endro Prasetyo saat dikonfirmasi detikcom, Senin (19/07/2004) sore, di Mapolda Maluku Batu Meja Ambon.
(gtp/)











































