"Dia siangnya habis main futsal. Habis itu dia mau ketemu teman-temannya yang ulang tahun. Setelah acara ulang tahun dia berdua sama temannya mau ke Mal Pluit Junction naik busway," ujar Stevanus di rumahnya, Jl Pantai Indah Timur, Perumahan Grisenda, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (7/12/2011).
Menurut Stevanus, anaknya tidak dibunuh di bus TransJakarta. Christopher dibunuh setelah turun dari bus TransJakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tidak pernah ada masalah sama teman-temannya, Dia juga baik, sama kita (orang tua) juga baik," katanya.
Stevanus menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan anaknya pada polisi. "Kita tidak punya perkiraan dendam atau apa namanya. Lebih baik polisi saja yang usut," ucap Stevanus.
Christopher ditusuk di bagian lehernya Selasa (6/12) sore di kawasan Penjaringan. Saat ditemukan, Christopher masih hidup dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
(nik/nvt)











































