"Acara puncak di Dumai dengan Wapres (Boediono) jadi inspektur upacara," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, selaku ketua nasional Hari Nusantara 2011.
Hal itu disampaikan Purnomo dalam Konferensi Pers Hari Nusantara 2011 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (07/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Acara tersebut dimulai sejak bulan Juni lalu yang dibuka di KKP," tambah Purnomo.
Selain itu, masih ada beberapa acara yang belum terlaksana. Acara itu kerja sama antara Kemenkominfo dengan Kemenhan dan Dewan Kelautan Indonesia (yang berlangsung hari ini), latihan gabungan TNI di Dumai yang diikuti batalion-batalion infanteri dari Kostrad, pameran industri pertanian, dan acara puncak di Dumai dengan Wapres jadi inspektur upacara.
Dalam konferensi pers ini hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, dan Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Rizald Rompas.
Menurut Menkominfo, Tifatul Sembiring, kegiatan ini berkaitan dengan Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957. Hal itu merupakan dasar dari Indonesia menjadi negara kepulauan.
"Dengan perkembangan sosial ekonomi di Indonesia yang baik, maka tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara melalui Kepres No. 126 tahun 2001," jelasnya.
Peringatan ini, menurut Tifatul, penting untuk melawan ancaman terbesar Indonesia, yakni disintegerasi yang disebabkan oleh dua hal. Pertama, kalau tidak tercipta the strong leader dalam kepemimpinan negeri kita, kita bisa lihat pada peristiwa 1997 dan 1998. .
"Ketika kepemimpinan kita lemah, maka beberapa daerah akan bergolak," ujar Tifatul.
Kedua, national karakter building kita, termasuk wawasan nusantara ini.
"Jadi ini penting sekali karena bisa merekatkan komponen bangsa dgn kurang lebih 500 suku, 800 bahasa, 17 ribu pulau-pulau. Ini bisa menjaga kesatuan NKRI," jelasnya.
(gah/gun)











































