"Saya dengar kabarnya kemarin pukul 20.00 WIB dari pengurus RW Pluit kalau Chris ada di rumah duka Atmajaya. Saya terkejut mendengar itu," kata Stevanus di rumahnya, Jl Pantai Indah Timur, Perumahan Grisenda, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (7/12/2011).
Menurut Stevanus, Christopher yang mendapat beasiswa dari sekolah Saint Joseph di Singapura ini memang sedang berlibur di Jakarta. Christopher di Jakarta sudah dua minggu dalam rangka libur kenaikan kelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Percuma kalau dihukum mati anak saya nggak bakalan kembali. Serahkan saja pada polisi," tutur pria yang mengaku broker properti ini.
Jika bertemu dengan pelakunya, Christopher mengaku juga tidak akan melakukan apapun. Dia tetap menyerahkan sepenuhnya pada polisi.
Pantauan detikcom, kondisi rumah Christopher masih sepi. Stevanus akan datang ke rumah duka Atmajaya. Sementara Ibunda Christopher sudah berada di rumah duka Atmajaya. Christopher akan dimakamkan Jumat (9/12) mendatang, namun belum diketahui lokasi peristirahatan terakhirnya.
Di dalam rumah terpajang belasan piala, 10 piagam, dan 5 medali milik Christopher. Christopher juga juara lomba lari di Singapura.
(nik/nwk)











































