"Dari informasi yang saya dengar itu penumpang lagi telepon terus ditegur. Setelah itu, terjadi sesuatu yang belum bisa dipertanggungjawabkan," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat dihubungi detikcom, Rabu (7/12/2011).
Edward menolak menceritakan insiden pemukulan itu dari versi Kapten Ivan Setiawan. Edward tak mau dinilai membela pegawainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Edward, manajemen Lion Air sudah menerima informasi laporan pemukulan tersebut dari pihak kepolisian pada Senin (5/11) kepada kepala cabang Lion Air di Surabaya.
"Polisi sudah memberitahukan ke kami melalui kepala cabang bahwa ada laporan begitu," ungkapnya.
Namun hingga kini, Lion Air belum menerima panggilan pemeriksaan Kapten Ivan dari polisi. "Sampai hari ini belum menerima panggilan untuk diperiksa," katanya.
Sebelumnya mahasiswa UPH jurusan hukum, Bernard (20) melaporkan Kapten Ivan Setiawan ke Polres Sidoarjo. Bernard mengaku dipukul oleh pilot tersebut hingga rusuknya luka dan tulang rawannya infeksi. Bernard pun melakukan visum.
Bernard bercerita, insiden pemukulan berawal ketika hendak memasuki pesawat, seorang pramugari menegurnya. Bernard diminta agar tidak menggunakan telepon seluler karena pesawat sedang mengisi bahan bakar.
"Kata dia, 'Mas kalau mau telepon di luar saja'. Habis itu saya matikan. Saya duduk ke belakang. Sambil jalan ngobrol sama teman saya," ucapnya.
Tak berapa lama, seorang sekuriti mendatangi Bernard. Sekuriti meminta waktu sebentar ke depan pesawat untuk berbicara. Bernard pun mengamini permintaan sekuriti. Setelah sampai di depan pesawat, sekuriti bertanya kepada Bernard mengenai apa yang telah ia ucapkan kepada pramugari tadi.
"Pramugari itu panggil sekuriti. Mas tadi ngomong apa, kata security tanya ke saya. Loh saya bilang apa. Security itu nyeret tangan saya dan bilang ngomong di luar saja. Saya bilang saya nggak mau dipegang bisa jalan sendiri. Akhirnya dorong-dorongan," ungkapnya.
(gus/ndr)










































