"Kalau soal rekening gendut, itu kan tidak otomatis korupsi. Kali saja memang dia punya warisan. Kalau memang ada yang melanggar hukum, dia korupsi baru ditindak. KPK harus meneliti dulu, tidak semua orang punya rekening miliaran korupsi. Bisa bahaya negeri ini. Kalau Anda dapat lotre kan belum tentu korupsi makanya harus diperiksa dulu," papar JK.
Hal ini disampaikan JK saat menghadiri seminar Komodo The 7 Wonders What's Next di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (7/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau koruptor tidak bicara umur. Bicara orang melanggar hukum, ambil uang negara. Mau muda, menengah, tua harus jadi sasaran. Kalau sekarang memang yang muda itu korupsi, ini sudah menjadi bagian banyaknya korupsi yang dilakukan walaupun masih fresh orangnya," ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini.
Jk mengatakan permasalahan ini harus dilihat dari berbagai hal, baik dari sudut penegakan hukum, Kejaksaan, Kepolisian dan KPK. "Kalau soal kesejahteraan nggak ada habisnya, naik gaji juga tetap korupsi," kritik JK.
PPATK mensinyalir terdapat banyak PNS muda yang melakukan praktek pencucian uang dari anggaran negara. Lembaga itu meminta Inspektorat Jenderal (Irjen) di Kementerian semakin memperketat pengawasan.
Wakil Ketua PPATK Agus Santoso sebelumnya mengatakan banyak PNS muda berusia 28 tahun yang terindikasi korupsi. Modusnya unik, bersama sang istri, anak muda ini secara aktif mencoba menyamarkan dan menyembunyikan harta yang didapat secara haram.
(aan/ndr)










































