Kalla: Tidak Terlalu Sulit untuk Mengalahkan Mega
Senin, 19 Jul 2004 20:31 WIB
Banjarmasin - Hasil resmi pemilu presiden putaran pertama belum lagi diumumkan, tapi perang urat syaraf untuk putaran kedua sudah dimulai. Jusuf Kalla, cawapres pasangan SBY, mengklaim untuk mengalahkan pasangan Mega-Hasyim tidak akan terlalu sulit."Tidak terlalu sulit untuk mengalahkan Bu Mega," kata Jusuf Kalla dalam sambutan di acara silaturhami dengan tim relawan SBY-Kalla di kediaman salah seorang anggota tim sukses di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banjarmasin, Senin (19/7/2004).Walau begitu Kalla menyatakan akan tetap kerja keras. "Karena Tim Bu Mega juga pasti kerja keras. Kita hanya butuh sekitar 18 persen (untuk menang). Sedang Bu Mega butuh sekitar 25 persen secara nasional," katanya. Kalla juga memprediksi konstituen pasangan yang kemungkinan besar tidak lolos ke putaran kedua, yakni konstituen Wiranto-Salahuddin Wahid dan Amien Rais-Siswono, akan mendukung duetnya dengan SBY. "Insya Allah yang mendukung Pak Wiranto dan Pak Amien akan mendukung kami".Lalu dipaparkannya, "Biasanya Golkar tidak akan memilih lawan politiknya, yakni PDIP. Sedangkan PKB yang mendukung pasangan Wiranto, tentu tidak akan memilih capres perempuan. PKS tentu tidak akan pilih Bu Mega. Sedang PAN atau Muhammadiyah jelas tidak akan memilih calon dari NU."Selanjutnya Kalla menegaskan betapa bangsa ini butuh perubahan. Sebab bangsa ini tidak mungkin maju kalau kita tetap mempertahankan status quo. "Saya mengharapkan yang ingin perubahan segera konsolidasi. Karena hanya perubahan yang akan memenangkan bangsa ini."Sementara ketika ditanya tentang usulan agar pasangan capres-cawapres mengumumkan susunan kabinetnya, paling tidak untuk beberapa posisi penting, dalam kampanye pemilu presiden putaran kedua, Kalla menyatakan belum akan mengumumkan kabinet bayangan."Nama-namanya sudah kami catat. Yang jelas kriterianya berkompeten dalam jabatan itu, jujur, dan dapat memimpin di instasinya. Tapi kita juga tetap melakukan klarifikasi dan membutuhkan penelitian dari nama-nama yang ada itu," jelas Jusuf Kalla.
(gtp/)











































