"Dibandingkan halte dan JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) lainnya di koridor XI, halte Stasiun Jatinegara merupakan yang terpanjang," kata Kasie Fasilitas Pendukung Dishub DKI Jakarta, Erna Yuniastuti, saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11).
Erna menuturkan, dari 14-15 halte yang saat ini tengah dikebut penyelesaiannya, rata-rata panjang jembatan yang dimiliki berkisar kurang dari 100 meter. Sementara jembatan halte yang terkoneksi dengan pintu keluar Pasar Jatinegara di Koridor V ini memiliki panjang lebih dari panjang jembatan halte lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
merupakan hal terpanjang di koridor XI. Pembangunan seluruh halte dan JPO yang menelan anggaran Rp 90 miliar ini ditargetkan rampung pertengahan Desember mendatang.
Erna menanbahkan, biaya pembangunan di Koridor XI, salahsatunya halte TransJ di Stasiun Jatinegara yang berdiri di lahan seluas 918,08 meter persegi, yang berada di Jl Raya Bekasi Timur dan Jl Raya Jatinegara Timur menelan total biaya Rp 90 miliar.
"Bila dioperasikan dapat menampung 300 penumpang busway," ujarnya.
Dishub menargetkan pembangunan halte rampung pertengahan Desember 2011, bersamaan dengan halte dan JPO lainnya di koridor yang sama.
Saat ini pembangunan halte dan JPO tersebut sudah mencapai 98 persen dan tinggal memasuki tahap penyelesaian.
(ahy/mad)










































