Demikian keterangan Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada para wartawan di Malpolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Selasa (6/12/2011).
"Ya, ada 4 orang yang kami tahan. Setelah kami panggil saksi korban dan menempatkan para pelaku di dalam ruang kaca gelap. Si korbannya ini masih mengenali secara jelas siapa saja pelakunya. Salah satunya yang paling diingat dia, adalah RS," kata Kapolres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu bermula pada Senin (5/12/2011) pukul 21.00 WIB. Muhammad Firdaus (22) dan sahabatnya, Junaidi melitas dengan Yamaha Mio di depan markas cabang ormas berseragam loreng hitam-jingga tersebut yang terletak di Jalan Serap. Tak dinyana, Fikri menyerempet JP, anggota ormas yang sedang menyeberang. Mereka betiga terjatuhan dijalan aspal secara bersamaan.
Namun sial bagi mahasiswa STKIP Citereup dan kawannya itu. Belum hilang rasa sakit akibat terjatuh dari sepeda motor, tiba-tiba sejumlah orang datangnya spontan mengeroyok sembari layangkan tendangan dan bogem mentah.
Kedua remaja tersebut langsung TKO lainnya petinju. "Kita akan lakukan rongent teliti. Kondisi korban, yang jelas kalau kalian menonton tinju kemarin, Marciano sama Koto, ya seperti itu, TKO," jelas Mulyadi Kaharni sedikit bercanda.
Karena tak terima pengeroyokan itu, Fikri dan Junaidai malam itu juga meloporkan ke Polresta Depok. Mereka berhenti memukuli setelah ada teriaka. "Guna pemeriksaan secara intesif, RS, ketua dari salah satu ormas itu pun, kini masih menjalani serangakain pertanyaan dari tim penyidik kami," tegas Kombes Pol Kaharni.
Kemungkin jumlah tersangka akan bertambah karena polisi akan mencari para tersangka pengeroyokan lainnya. "Sudah ada orang yang mengaku sebagai pengacara RS yang datang, tapi kami tolak karena tidak membawa surat kepangacaraannya," tambah Kaharni.
(anw/anw)











































