SBY: Pemimpin Harus Mampu Tangani Masalah Pangan

SBY: Pemimpin Harus Mampu Tangani Masalah Pangan

- detikNews
Selasa, 06 Des 2011 14:44 WIB
Jakarta - Perubahan iklim dan bertambahnya jumlah penduduk akan berdampak pada muculnya krisis ketahanan pangan dalam beberapa tahun ke depan. Langkah untuk antisipasi harus dipersipakan sedari kini melalui kebijakan dan aksi penguatan ketahanan pangan di seluruh daerah.

Langkah ini bukan hanya oleh pemerintah, namun seluruh lapisan masyarakat. "Saya ajak masyarakat luas untuk ikut aktif lakukan upaya masing-masing. Pangan adalah masalah dunia, jangan kita hanya diam sambil menggerutu dan akhirnya jadi korban," kata Presiden SBY.

Ajakan ini disampaikannya dalam sambutan penganugerahan Adhikarya Pangan Nusantara, Selasa (6/12/2011), di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta. Tahun ini anugerah bagi warga masyarakat yang berdedikasi dalam upaya ketahanan pangan daerahnya itu disampaikan kepada 61 orang dari seluruh pelosok Indonesia.

Payung hukum yang telah pemerintah laksanakan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan adalah penerbitan Inpres 5/2011 tentang Pengamanan Produksi Besar Menghadapi Iklim Ekstrim. Maka dengan demikian menjadi kewajiban bagi seluruh kepala daerah melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan produksi pangan di daerah masing-masing.

"Di daerah agar ketahanan pangan meningkat maka lahan harus tersedia, jangan berlaih fungsi. Produktivitas, lahan boleh tidak berkembang tapi hasilnya harus meningkat dengan pengembangan, inovasi, bibit yang baik, distribusi pupuk, dan kemampuan teknis petani dan lain-lain," papar SBY.

Sementara di tingkat kerjasama antarnegara, Presiden SBY telah melakukan pendekatan kepada negara-negara produsen utama pangan dunia. Terutama dengan sesama anggota ASEAN yang diperkirakan akan menjadi penentu penting suplai pangan dunia di masa-masa mendatang.

"Negara jangan tidak mampu menangani masalah pangan. Kita sungguh harus kerja keras, serius kelola masalah pangan. Kepemimpinan bisa dinilai sejauh mana keseungguhan pemimpin dalam masalah pangan," sambung SBY.

(lh/lrn)


Berita Terkait