"7 arlojinya lalu dipakai semua," kata Jauhari sambil terkekeh.
Jauhari menuturkan, petugas haji yang mengurusi penimbangan kopor jamaah yang berlogo maskapai, tengah diuji kesabarannya, utamanya saat menangani kopor jamaah embarkasi Makassar (UPG). Tak jarang jamaah embarkasi tersebut mengamuk saat diminta untuk menata ulang kopornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kewalahan menghadapi sikap jamaah yang ngeyel tersebut. Untuk mengatasinya, petugas penimbangan disuruh meninggalkan kloter itu sampai bersedia mengurangi isi kopor. Bila sudah bersedia, petugas penimbangan kembali lagi untuk mengangkut kopor ke gudang/bandara.
"Menurut petugas di lapangan, cara itu efektif daripada ngotot-ngotot," kata Jauhari.
Menyinggung penerbangan jamaah, hingga Senin 5 Desember, tidak ada delay yang signifikan. "Dari 56 kloter yang sudah terbang dari Madinah, hanya ada 1 kloter yang delay lebih dari 2 jam," kata Jauhari.
Kloter dari embarkasi Jakarta-Saudi (JKS) itu memilih menunggu di aiport daripada dibawa ke tempat istirahat/hotel yang ditawarkan, karena khawatir akan capai wira-wiri.
(nrl/vit)











































