Teror Granat Marak di Aceh, Peredaran Senpi Jadi Sorotan

Teror Granat Marak di Aceh, Peredaran Senpi Jadi Sorotan

- detikNews
Selasa, 06 Des 2011 14:28 WIB
Teror Granat Marak di Aceh, Peredaran Senpi Jadi Sorotan
Jakarta - Polisi meningkatkan pengamanan di seluruh Aceh menyusul meledaknya granat di Banda Aceh Kamis (1/12) lalu yang menewaskan 3 orang. Pengawasan terhadap senjata api juga dilakukan.

"Kita lakukan peningkatan dalam rangka pengawasan senjata api terutama yang ilegal," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar usai acara pemberian hibah kapal dari Australia dan peluncuran Kapal Abimanyu di Markas Pol Air Jakarta Utara, Selasa (6/12/2011).

Menurut Boy, polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus itu. Polisi menduga granat didapat secara ilegal namun belum diketahui jenisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan kita seperti itu (ilegal). Karena mendapatkannya ilegal. Kita yakin untuk hal-hal seperti itu kalau misalnya itu milik petugas pasti dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya," kata Boy.

Boy menepis adanya indikasi ke arah politik atas teror granat itu. "Belum bisa menuduh pihak-pihak tertentu," tutur dia.

Sebelumnya, granat menyalak di Banda Aceh, Kamis (1/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Kali ini sasarannya adalah Wisma Lampriet, Jalan T Nyak Arief, Banda Aceh. Dua hari sebelumnya, ledakan serupa juga terjadi di kantor (Seuramo) Tim Sukses Pasangan Calon Gubernur/wakil gubernur Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan. Tapi tak ada korban jiwa.

Adapun letupan granat Wisma Lampriet yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Seuramo Irwandi-Muhyan, itu diketahui menelan tiga korban, masing-masing, Ina (23) warga Prada Banda Aceh terkena di betis kiri, Lia (22) juga warga Prada, dan Ardeman (20) warga Lamgugop, Banda Aceh.



(nik/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads