Polisi Periksa 37 Saksi terkait Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara

Polisi Periksa 37 Saksi terkait Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara

- detikNews
Selasa, 06 Des 2011 11:37 WIB
Polisi Periksa 37 Saksi terkait Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara
Jakarta - Polisi telah menetapkan 37 saksi terkait ambruknya jembatan Kutai Kartanegara. Dari jumlah tersebut, 2 di antaranya pegawai PT Bukaka.

"Soal jembatan Kutai Kartanegara sudah ada 37 saksi diperiksa. Mereka dari kalangan masyarakat," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution kepada wartawan di Markas Polair Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, (6/12/2011).

Dalam 37 saksi tersebut juga terdapat 2 pegawai PT Bukaka. Mereka semua masih berstatus sebagai saksi. "Dari PT Bukaka 2 orang yaitu Project Manager di lapangan dan satu orang karyawan PT Bukaka," tambah Saud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada penetapan tersangka karena kita masih menunggu analisis dari saksi ahli dan ahli soal konstruksi jembatan," jelas Saud.

Dalam acara tersebut, Polri menerima hibah kapal speadboat dari Australia Federal Police sebanyak 3 buah. Masing-masing kapal berkapasitas 6 orang ini diharapkan menjadi alat patroli polisi dalam mengamankan pantai Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Kutai Kartanegara yang memiliki panjang bentang 710 meter, ambruk, Sabtu (26/11/2011) lalu. Sebelum ambruk, PT BTU melakukan pekerjaan proyek perbaikan jembatan. Akibat ambruk, 21 orang meninggal dunia. Berdasarkan informasi terbaru dari Pusa Laporan Korban Hilang yang bermarkas di RS AM Parikesit, Jl Imam Bonjol, Senin (5/12/2011) ini, jumlah korban hilang mencapai 17 orang.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada wartawan sebelumnya menilai ambruknya jembatan gantung tersebut merupakan kejadian langka di Indonesia. Saat ini, kepolisian masih terus mengusut seluruh pihak yang memiliki keterlibatan terkait proses pembangunan jembatan dan pekerjaan perbaikan.


(asp/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini