"Warga sudah kami minta untuk mengungusi yang jumlah keseluruhannya mencapai 1.232 orang. Mereka tersebar di beberapa titik," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Jemmy Brevieng, saat dihubungi detikcom, Senin (6/12/2011).
Para pengungsi ini berasal dari 6 kelurahan antara lain Dufa-dufa, Akehuda, Taduma, Tubo, dan Kulaba. Lokasi pengungsian antara lain di bekas Kantor Gubernur Maluku Utara, Mess Persiter Ternate, Kelurahan Taduma serta di Masjid Dufa-dufa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pagi ini tidak ada gempa yang dirasakan warga. Hanya saja masih terjadi semburan abu vulkanik dari Gunung Gamalama.
Pengungsi umumnya membutuhkan bantuan makan, minuman, selimut, dan obat-obatan. "Saya harap masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti instruksi pemerintah dan badan terkait," imbau Jemmy.
"Bantuan dari luar (daerah) sulit masuk karena bandara juga masih ditutup. Semoga besok Bandara Babullah sudah normal lagi," imbuh dia.
Gunung Gamalama sejak 4 Desember 2011 pukul 23.00 WITA, statusnya dinaikkan dari waspada ke siaga. Gamalama merupakan salah satu gunung api yang ada di Provinsi Maluku Utara. Selain gunung ini, masih ada Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Gunung Ibu dan Gunung Dakona yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, dan Gunung Kiebesi di Halmahera Selatan. Gunung Gamalama memiliki ketinggian sekitar 1.715 meter di atas permukaan laut.
(vit/ndr)











































