"Untuk kesekian kali, Setgab tidak efektif dan sudah berulangkali disampaikan bahwa ini tidak efektif. Kepentingan koalisi itu hanya pada isu besar yang dapat menjatuhkan pemerintah," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2011).
Menurut Muzani, faktanya Setgab gagal mengamankan pimpinan KPK pilihan mereka. Bahkan, kata dia, Yunus yang sudah terang-terangan mengakui didukung penuh Presiden SBY menjadi pimpinan KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setgab juga sudah mengadakan rapat bersama tetapi gagal mencapai kebersamaan. Gerindra tidak melihat Setgab sebagai kekuatan yang perlu ditakuti di DPR. "Jelas bahwa Setgab tidak kompak. Mereka gagal menyelamatkan kepentingan Istana," kata Muzani.
Yunus Husein gagal terpilih jadi pimpinan KPK. Dia tidak mendapat suara yang cukup dalam voting anggota DPR di Komisi III. Mantan Ketua Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) ini hanya mendapat 20 suara.
DPR akhirnya memutuskan 4 nama untuk menemani Busyro Muqoddas sebagai pimpinan KPK. Mereka yakni Bambang Widjojanto mendapat 55 suara, Abraham Samad mendapat 55 suara, Adnan Pandu Praja mendapat 51 suara, dan Zulkarnain mendapat 37 suara.
(van/aan)











































