Sebelum Mampu Tangani Kasus Kakap, Ketua KPK Diminta Low Profile

Sebelum Mampu Tangani Kasus Kakap, Ketua KPK Diminta Low Profile

- detikNews
Selasa, 06 Des 2011 00:55 WIB
Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Abraham Samad berjanji akan menuntaskan sejumlah kasus kakap di lembaganya dalam waktu satu tahun. Abraham diingatkan agar bersikap low profile, karena belum teruji menghadapi 'Don Corleone' alias raja mafia hukum dibalik kasus besar yang tidak kunjung tuntas.

"KPK baru sebaiknya low profile. Jangan terlalu banyak memberi harapan. Mereka belum teruji menghadapi 'Don Corleone', yaitu raja mafia. Don Corleone ini mungkin berada di balik aneka kasus besar yang tak kunjung tuntas," kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam rilisnya yang diterima detikcom, Senin (6/12/2011) malam.

Denny memuji Ketua KPK baru, Abraham Samad yang menyatakan siap mundur jika dalam tempo satu tahun tak berhasil menuntaskan kasus-kasus besar. Janji itu kata Denny, enak didengar, tapi masih butuh waktu untuk diuji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Samad bisa berani bicara seperti itu karena belum berhadapan dengan 'Don Corleone', yaitu rajanya mafia kasus besar," katanya.

Denny mengatakan, walau LSI belum melakukan survei, tapi diyakini bahwa harapan publik terhadap para pimpinan KPK baru sangat tinggi. Figur baru terkesan menjanjikan, apalagi pernyataan ketua baru KPK yang garang dan seolah berani mati.

"Tapi itu justru bom waktu. Jika kasus besar tak kunjung tuntas, kepercayaan publik atas KPK justru bisa merosot kembali. Dan merosotnya akan lebih tajan dibandingkan trust public atas KPK saat ini," jelasnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan LSI sebelumnya, ada 4 kasus besar yang penuntasannya dinanti publik. Yaitu, kasus Bank Century, kasus Miranda Gultom, kasus Gayus Tambunan dan kasus Wisma Atlet. Denny sendiri mengaku tidak tahu pasti apakah memang ada 'Don Corleone' di balik kasus besar itu.

"Tapi keoknya KPK lama atas empat kasus itu, patut direnungkan. Sangat mungkin memang ada 'Don Corleone' yang melindungi tokoh besar," tambahnya.

Bulan Agustus 2011 lalu, LSI yang dipimpin Denny JA sempat mempublikasikan bahwa trust public atas KPK merosot di bawah 50 persen. Bila KPK baru gagal kembali menuntaskan kasus besar setelah setahun, diprediksikan trust public atas KPK akan merosot, mungkin di bawah 40 persen.

(zal/did)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini