Menurut saksi mata Didin, ketika ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB tadi tubuh Rahmat sudah terbungkus kain dan berada dibalik meja dekat loket. Temuan itu diketahui setelah korban tidak biasa dalam melakukan pekerjaannya.
"Kalau kata orang Kantor Pos dan Giro pusat, yang berada di depan Polres Metro Tangerang, biasanya dia (korban) memberikan setoran pendapatan hari ini ke pusat. Tapi hari ini tidak dilakukan," kata Didin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat konsisinya Didin mencurigai, kalau Rahmat adalah korban perampokan yang kemudian dibunuh pelakunya. "Sebab ada darah dan korban berada dibalik meja," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Cipondoh Kota Tangerang, Kompol Arlon Sitinjak ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. "Iya benar, tapi saya masih mengumpulkan data. Sekarang sedang olah kejadian oleh petugas Polres Tangerang," terangnya.
Ketika ditanya apa saja yang hilang, Arlon mengaku, pihaknya masih melakukan olah TKP. Mengenai dugaan korban dirampok lalu dibunuh polisi masih melakukan penyelidikan.
"Semua masih dicari, apa saja yang hilang dan motifnya apa, masih kita dalami," tandasnyanya.
(did/did)











































