Menko Polhukam: Masyarakat Berpikir Jernih Tanggapi SMS Gelap

Menko Polhukam: Masyarakat Berpikir Jernih Tanggapi SMS Gelap

- detikNews
Senin, 05 Des 2011 18:33 WIB
Jakarta - Pasca peringatan hari jadi OPM pada 1 Desember lalu, beredar SMS berantai mengenai aksi anarki yang dilakukan jajaran TNI. Untungnya saat ini masyarakat tidak reaktif dalam menanggapi aksi-aksi yang bertujuan memperkeruh keadaan tersebut.

"Saya berterima kasih bila ada yang menerima SMS demikian, lalu segera meminta klarifikasi," ujar Menko Polhukam, Djoko Suyanto, usai rakor polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (5/12/2011).

Dia menegaskan isu-isu yang disebarluaskan melalui SMS berantai tersebut tidak mengandung kebenaran sama sekali. Contohnya adalah isu razia yang dilakukan TNI ke asrama yang ditinggali mahasiswa asal Papua atau pembakaran kampung di Papua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingatkan masyarakat untuk berpikir jernih tentang isu-isu tersebut," imbuh Djoko.

Menurutnya, penyebaran kabar bohong melalui SMS berantai juga terjadi saat konflik di Ambon dahulu. Sejauh ini aksi demikian masih sulit ditangkal akibat mudahnya sesorang yang tidak bertanggung jawab mendapatkan nomor ponsel baru kemudian membuangnya setelah menyebarkan kabar bohong.

"Aksi demikian tidak hanya terjadi di kota-kota, tapi juga pegunungan," sesal Djoko.

(lh/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads