"Wah saya kira itu berperan besar. Dia itu pemain itu. Karena banyak mengajarkan saya mengenai mekanisme komitmen fee," kata Dharna usai persidangan di Pengadilan tipikor, Senin (5/12/2011).
Dharna mengatakan hanya menuruti Sindu. Dia mengaku selama ini selalu disetir oleh Sindu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Sindu, Dharnawati juga menyebut Badan Anggaran (Banggar) DPR memiliki peran dalam kasus ini.
"Banggar urusannya pak Nyoman. Pertama mereka memang minta ke saya. Karena memang ini usulan pertama. Usulannya bukan saya. Karena saya masuk ke ruangan (Nyoman) itu sudah ada semua usulan. Jadi saya hanya disuruh di floating. Ditanya,'bu Nana mau yang mana?". Jadi saya kebetulan saya di Papua, maka saya tunjuklah,'ini, ini, ini," jelasnya.
Dharna mengaku tak percaya dengan apa yang dikatakan mereka. Itulah yang kemudian menyebabkannya tak kunjung merealisasikan penggelontoran komitmen fee yang dimintakan mereka.
"Cuma karena mereka terlalu terdesak, kemudian mereka sudah habis akal untuk meminta komitmennya, akhirnya mereka bilang untuk kebutuhannya pak menteri. Tapi saya tidak percaya," tuturnya.
(fjp/gun)










































