"Banyak feed back yang diberikan. Antara lain, pelayanan pemasaran yang harus diperbaiki, kemudian teknologi informasi harus dilakukan. Kemudian spanduk-spanduk, stiker antikorupsi harus diperbanyak. Yang begini-begini harus diperbaiki ke depan," jelas Syarief Hasan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (5/12/2011).
Syarief menilai positif atas pertemuan dengan KPK ini. Syarief mengakui imbauan-imbauan antikorupsi belum ada di Kementeriannya.
"Ini merupakan feed back yang baik menurut saya. Karena di Kementerian saya, memang spanduk belum ada. Jadi belum ada stiker. Ini salah satu ukuran. Kemudian teknologi informasi harus kita bangun," jelas Syarief.
Dipecat
Mengenai survei KPK yang menempatkan Kemenkop UKM termasuk 3 terbawah dalam pelayanan publik, Syarief mengatakan hal itu karena kurangnya keterbukaan informasi. "Maka itu diidentikkan terjadi suap," tuturnya.
Pihaknya akan memperbaiki sistem dan dalam kurun waktu satu semester sudah selesai.
Kalau ada aparat Kemenkop UKM yang terlibat, tindakan Anda apa? "Dipecat dong, pasti," tegas suami anggota DPR Ingrid Kansil ini.
Sebelumnya Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan UKM menempati ranking terendah dalam pelayanan publik. Masih terdapat praktik suap dan gratifikasi dalam proses perizinan sehari-hari.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK M Jasin saat memaparkan survei integritas publik di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (28/11/2011).
Survei ini dilakukan terhadap 89 instansi pusat/vertikal/daerah dengan jumlah responden 15.540 orang. Sementara layanan yang ditelusuri berjumlah 507 unit. Margin error dalam survei ini 5 persen.
"Kementerian Agama menempati peringkat terendah dengan indeks integritas 5,37," kata Jasin.
Di atas kementerian yang dipimpin oleh Suryadharma Ali tersebut, ada Kemenakertrans dengan indeks integritas 5,44 dan Kementerian Koperasi dan UKM dengan nilai 5,52.
"Di Kementerian Agama ada masalah haji. Kemenakertrans itu ada tangkap tangan di sana," jelas Jasin.
(nwk/vit)











































