"Masuk penjara. Orang nenek-nenek aja yang mencuri semangka masuk penjara," kata Tifatul kepada wartawan ketika ditemui sebelum acara penganugerahan ICT Pura dan USO Award 2011 di Empire Palace, Surabaya, Senin (5/12/2011).
Menkominfo mengatakan bahwa penghentian atau unreg massal SMS premium merupakan shock therapy bagi CP. Setelah itu layanan CP boleh ditawarkan lagi ke masyarakat dengan suatu kesadaran dan tanpa paksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kasus pencurian pulsa, Tifatul menyerahkan seluruh penanganan masalah kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). "Masa saya yang ngomong terus," kelakarnya.
Untuk kerugian, menteri yang suka berpantun ini juga menyebut bahwa konsumen bisa menuntut kerugian yang dideritanya. Menurut Permen nomor 1 tahun 2009, minimal pulsa konsumen harus dikembalikan.
"Memang ada CP nakal dan ada pula CP baik. Tetapi jangan membunuh CP yang baik dong, karena mereka adalah content dan creative industry. Dan banyak juga orang yang hidup dari situ," tandas menteri dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
(iwd/asp)











































