"Progres dari kepolisian ini penting, karena dari sanalah masyarakat bisa mendapat kepastian rasa aman sehingga tak menafsir-nafsirkan apa motif di balik kejadian tersebut," kata Syekhy.
Sampai saat ini, kata Syekhy, Polda belum memberi keterangan bagaimana hasil penyelidikan terhadap serangkaian teror granat yang terjadi pada 29 November dan 1 Desember 2011 lalu, di Banda Aceh. Parahnya, polisi kembali harus dihadapkan dengan kasus penembakan terhadap delapan karyawan PT Setia Agung, di Aceh Utara sekitar pukul 23.30 WIB pada 4 November kemarin dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Iskandar Hasan pada wartawan mengatakan, sejauh ini Polda sudah memeriksa enam saksi terhadap kasus teror granat di Banda Aceh.
"Namun keterangannya belum ada yang mengarah," kata Iskandar usai acara pemusnahan 2,2 ton ganja kering di Mapolda Aceh.
(anw/anw)











































