Amien Juara, Golput di Aceh 10%
Senin, 19 Jul 2004 17:13 WIB
Banda Aceh - Lewat penghitungan manual, pasangan capres Amien Rais-Siswono Yudo Husodo berhasil meraup 50 persen suara di Aceh. Kemenangan ini sudah diprediksikan sejak awal, ketika suara Amien mendominasi di sejumlah TPS di berbagai daerah di Aceh.Amien berhasil mengantongi 1.195.823 suara dari 2.205.078 pemilih yang datang ke TPS. Di nomor urut dua ditempati pasangan SBY-JK dengan perolehan suara 519.197 suara, kemudian pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid dengan jumlah 204.535 suara, disusul pasangan Megawati Hasyim Muzadi, 120.226 suara dan pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar, 88.836 suara.Rekapitulasi akhir penghitungan suara manual ini disahkan oleh KPU NAD, Senin (19/7/2004) di kantor KPU NAD. Para saksi dari semua pasangan hadir dan menyatakan tidak keberatan dengan hasil yang sudah diumumkan."Saya pikir, pemilih di Aceh sudah menjalankan hak-hak dan kewajiban mereka sesuai dengan hati nurani dalam pilpres lalu, meski tetap saja ada yang golput. Tapi mereka memilih sesuai dengan keinginan mereka tanpa paksaan," ujar anggota KPU NAD, Titin Zakiah pada pers usai acara, Senin (19/7/2004).Menurutnya, persentasi golput pada pemilu presiden lalu tak berbeda jauh dengan pemilu legislatif, yang berkisar 10 persen. Sedangkan untuk surat suara yang tidak sah mencapai 88.250 suara, sedangkan surat suara yang rusak atau keliru dicoblos berjumlah 16.693 suara.Titin juga menambahkan, meski para saksi yang hadir tidak mengajukan keberatan terhadap hasil yang sudah diumumkan, tapi untuk kasus di Aceh Timur, saksi dari pasangan Amien- Siswono menyatakan keberatan dengan hasil yang disyahkan oleh KPU Aceh Timur. Entri Data Belum KelarSementara itu, dia juga menyatakan, meski pusat tabulasi data nasional sudah tutup, tapi entri data dari daerah masih terus masuk. "Sampai saat ini, dari 227 kecamatan, ada 11 kecamatan lagi yang belum selesai entri data lewat TI karena daerahnya jauh sekali," lanjut Titin.Sebelas kecamatan itu berada di Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Selatan. Di Aceh Utara karena di satu kecamatan dilakukan penghitungan ulang, sedang di Aceh Timur karena lokasi daerahnya sangat jauh, mereka harus ke KPU daerah untuk melakukan entri data. "Jadi ini membuat agak terhambat," katanya.Meski begitu, entri data yang dilakukan pada pemilu presiden ini jauh lebih baik dari pemilu legislatif lalu. "Daerah yang pada pemilu legislatif tidak bisa melakukan entri data pada pilpres kemarin sudah melakukan entri data 100 persen," demikian Titin.
(nrl/)











































