Kesal Ditagih Uang Fee, Dharnawati Gertak Dadong dan Nyoman

Kesal Ditagih Uang Fee, Dharnawati Gertak Dadong dan Nyoman

- detikNews
Senin, 05 Des 2011 15:07 WIB
Jakarta - Terdakwa kasus suap Kemenakertrans, Dharnawati mengaku sempat marah-marah karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. Pengakuan Dharna ini didukung oleh kesaksian sopirnya di persidangan.

Saksi Eliyas yang merupakan supir dari Dharnawati mengaku sempat mendengar percakapan Dharnawati melalui telepon kepada seseorang dengan nada marah-marah.

"Bilangin tuh ke Nyoman, ingat dia masih mau duduk di kursinya itu nggak," ucap Eliyas mengutip ucapan Dharnawati kepada seseorang melalui telpon saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (5/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, Eliyas mengaku tidak mengetahui kepada siapa Dharnawati marah-marah. Ia tak sengaja mendengar percakapan itu dari dalam mobil bersama Dharnawati.

Di dalam persidangan yang sama, Dharnawati mengatakan orang yang menjadi lawan bicaranya dalam percakapan telepon tersebut adalah Dadong Irbarelawan, Kabag Evaluasi dan Perencanaan P2KT Kemenakertrans. Dharnawati mengaku kesal karena terus-menerus ditagih uang omitment fee sebesar Rp 2 miliar untuk Nyoman Suisnaya.

"Saya diminta terus sama Pak Nyoman," ujarnya.

Menurut Dharnawati, dia urung memberikan commitment fee karena proyek PPID di 9 kabupaten di seluruh Indonesia itu karena masih dalam tahap rencana. Namun akhirnya uang senilai Rp 1,5 miliar diberikan Dharnawati kepada Nyoman setelah didesak dengan alasan untuk kebutuhan Menakertrans Muhaimin Iskandar.


(fjr/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini