Hari Antikorupsi Digelar di Semarang, Beri Efek Pasca Insiden Suap?

Hari Antikorupsi Digelar di Semarang, Beri Efek Pasca Insiden Suap?

- detikNews
Senin, 05 Des 2011 14:40 WIB
Hari Antikorupsi Digelar di Semarang, Beri Efek Pasca Insiden Suap?
Jakarta - Pemerintah bakal menggelar perayaan hari antikorupsi internasional di kota Semarang, Jawa Tengah. Di saat yang sama, kota tersebut juga sedang heboh karena kasus suap yang diduga dilakukan oleh Sekretaris Kota Akhmar Zaenuri.

Rencananya, acara bakal digelar pada tanggal 9 Desember 2011 di aula Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah. Dijadwalkan hadir dalam acara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sekitar 1.000 penggiat antikorupsi, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kalangan aktivis dan LSM.

Tema besar yang bakal diusung dalam acara nanti adalah "Terus Berjuang Melawan Korupsi", "Negara Harus Bebas dari Korupsi" dan "Tidak ada Tempat Bagi Koruptor di Indonesia."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Semarang yang dipilih sebagai lokasi perayaan tersebut? Ketua panitia acara, Denny Indrayana, menjelaskan bahwa kota yang terkenal dengan Lumpia tersebut dipilih demi efisiensi acara. Pada tanggal 9 Desember tersebut, Presiden SBY juga menghadiri acara APPSI pada siang harinya.

"Kemudian juga supaya efektif dan efisien," kata Denny di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2011).

Denny memastikan tidak ada kaitan antara penangkapan Sekretaris Kota Semarang dan dua anggota DPRD Sumartono (Demokrat) dan Agung Purno Sardjono (PAN) dengan acara tersebut. Namun, secara umum dia berharap, ada efek positif yang diberikan lewat kampanye antikorupsi di kota Semarang dan kota-kota lainnya.

"Ya, semoga (efeknya) nggak cuma di Semarang saja," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK telah menangkap tangan 2 anggota DPRD Kota Semarang, Sumartono, anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) dan Agung PS, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) serta Sekretaris Kota Semarang Ahmad Zainuri.

Ketiganya disangkakan terlibat suap terkait pembahasan tunjangan penghasilan Pemkot Semarang dan persetujuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Semarang 2012 senilai Rp 2,3 triliun. Diduga Sumartono dan Agung PS menerima suap dari Ahmad Zainuri.

(mad/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads