"Di teleconference itu apabila ada yang mencurigakan saya cecar terus sehingga apabila ada yang mencurigakan mereka akan mengaku," ujar Sugiri usai acara Rakernas Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan di Hotel Kartika Chandra, Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/12/2011).
Menurut Sugiri, pihaknya mengadakan rapat pengendalian program yang dilakukan setiap tanggal 28. Rapat itu diikuti oleh seluruh anak buahnya di Indonesia dengan menggunakan teleconference.
Sugiri mengaku dengan rapat teleconference, kesempatan penyelewengan yang dilakukan anak buahnya mengecil.
"Berbasiskan rapat itu ya mereka jadi takut melakukan model (penyelewengan) tersebut," kata Sugiri.
Sebelumnya, PPATK menemukan banyak praktik penyimpangan pengelolaan rekening pemerintah pusat oleh bendahara di tingkat pemerintah daerah. Penyimpangan terjadi dengan memindahkan dana pemerintah ke rekening pribadi. PPATK menilai praktik seperti itu sangat rawan terjadi penyimpangan dan korupsi.
Aksi PNS tersebut menurut PPATK juga terjadi karena sistem pengelolaan keuangan Pemda yang kurang responsif dan akomodatif yang antara lain disebabkan karena lambatnya penyerapan anggaran.
(nik/vit)











































