"Jadi harus ikuti aturan. Semua pihak perlu berkorban kalau mau tertib. Ini harus dimaklumi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar kepada detikcom, Senin (5/12/2011).
Baharudin berharap baik warga maupun petugas sama-sama konsisten. Sehingga tertibnya jalanan tidak hanya dirasakan saat Operasi Zebra digelar.
"Kalau naik kendaraan dan diturunkan lebih jauh dari biasanya harap maklum karena harus turun di tempat yang seharusya. Nggak bisa kan kalau mau keluar kantor lalu bisa langsung naik bus TransJakarta," sambung dia.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengiming-imingi uang pada polisi demi mendapat kemudahan. "Ya harus berkorban jalan sedikit. Kalau ada penindakan, polisi jangan diimingi dengan uang," tambah Baharudin.
Menurut Baharudin, operasi yang digelar kepolisian hanya sesaat. Operasi Zebra kali ini misalnya, hanya digelar sejak 28 November hingga 11 Desember. Operasi tidak bisa berlangsung lama karena memiliki sifat khusus dan terbatasnya duit yang digelontorkan.
"Uangnya terbatas. Biaya khusus," katanya.
Baharudin mengakui sulitnya mengatasi sopir yang mengetem di jalan sehingga membuat jalan macet. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung Rajab juga sudah menekankan itu pada jajaran Kepolisian.
"Pak Kapolda juga sudah meminta kita terus mengatasi ini. Tapi ini kan sama-sama. Kalau masalah sosial bukan polisi. Kan ada unsur Satpol PP untuk menertibkan penjual, pasar dadakan dan pasar kaget," ucap Baharudin.
Untuk diketahui, saat Operasi Zebra hari pertama digelar, 3.793 pengendara kendaraan bermotor telah ditindak.
(nik/vta)











































