Pantauan detikcom, Senin (5/12/2011), puluhan orang tampak membongkar sisa-sisa reruntuhan tembok untuk menyelamatkan barang-barang seperti perlengkapan dapur, pakaian, dan beberapa perkakas lainnya.
Menurut salah satu warga, Daeng Suding, dirinya belum tahu akan ke mana setelah rumah yang dia tempati tertimbun tanah. Suding juga belum berpikir apakah mau direlokasi seperti yang dijanjikan oleh Pemkot Makassar. "Kita belum berpikir ke situ," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu hujan deras disertai angin kencang, mayoritas warga yang jadi korban sebenarnya memilih beristirahat sambil menunggu hujan reda. Rata-rata mereka juga merupakan pendatang yang bekerja sebagai pemulung, tukang becak, dan penjual koran. Kelasnya memang kelas buruh," ungkap Suding.
Puluhan warga yang kehilangan rumahnya kini berkumpul di rumah warga lainnya yang selamat dari musibah ambrolnya tembok. Sementara proses pencarian korban telah dihentikan sejak tadi malam. Sudah tidak ada lagi laporan adanya anggota keluarga yang hilang.
(mna/anw)











































