Bukan tanpa alasan 4 pimpinan KPK ini wajib mengganyang koruptor. Persepsi indeks korupsi Indonesia yang dikeluarkan Transparency International hanya berada pada angka 3 dari skala 10. Coba bandingkan dengan negara tetangga, Singapura, yang bertengger dengan angka 9,2 dan Malaysia 4,3. Apalagi target RI di 2014, indeks persepsi korupsi ada pada angka 5.
Apalagi dalam hitungan hari publik akan menanti gebrakan pimpinan baru ini. Abraham cs pun tidak bisa berlama-lama, jangan hanya jual kecap ke publik. Masyarakat butuh tindakan nyata, mereka harus memberi bukti dengan menangkap koruptor besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi-lagi menjadi pertanyaan, apakah mampu 4 orang baru ini bersama-sama dengan Busyro Muqoddas memerangi korupsi? Jangan sampai mereka hanya berkutat pada pencegahan, bermain pada tataran wacana tanpa aksi nyata.
"Kita jangan berpendapat dahulu. Kita wait and see saja," jelas pegiat antikorupsi Syafii Maarif yang berkomentar soal harapan akan pimpinan baru itu. Syafii menyampaikan hal itu saat dihubungi detikcom, Senin (5/12/2011).
Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini juga meminta agar publik terus memelototi kinerja pimpinan baru ini. Janji-janji mereka selama fit and profer test harus ditagih.
"Publik harus mengawal," tambahnya.
Syafii pun meminta publik tidak lagi mempersoalkan proses pemilihan dan latar belakang calon. DPR sudah memutuskan 4 nama, apapun risiko dan dasar pilihannya, palu sudah diketok.
"Sebenarnya saya prihatin, perlu dipertanyakan atas pilihan DPR yang berbeda dengan ranking Pansel. Apakah kita membela negara atau kepentingan masing-masing?" tanya Syafii.
Namun terlepas dari semua kontroversi, kini aksi pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu yang ditunggu. Semoga saja pimpinan baru ini kebal akan intervensi. "Jadi kita lihat saja," ucap Syafii.
(ndr/vit)










































