Tak Sabar Menanti Gebrakan Ganyang Koruptor dari Pimpinan Baru KPK

Tak Sabar Menanti Gebrakan Ganyang Koruptor dari Pimpinan Baru KPK

- detikNews
Senin, 05 Des 2011 10:55 WIB
Tak Sabar Menanti Gebrakan Ganyang Koruptor dari Pimpinan Baru KPK
Jakarta - Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain dipilih DPR menjadi pimpinan KPK. Tugas besar pun menanti di pelupuk mata dalam jihad melawan korupsi. Kini ganyang koruptor harus menjadi lagu wajib mereka.

Bukan tanpa alasan 4 pimpinan KPK ini wajib mengganyang koruptor. Persepsi indeks korupsi Indonesia yang dikeluarkan Transparency International hanya berada pada angka 3 dari skala 10. Coba bandingkan dengan negara tetangga, Singapura, yang bertengger dengan angka 9,2 dan Malaysia 4,3. Apalagi target RI di 2014, indeks persepsi korupsi ada pada angka 5.

Apalagi dalam hitungan hari publik akan menanti gebrakan pimpinan baru ini. Abraham cs pun tidak bisa berlama-lama, jangan hanya jual kecap ke publik. Masyarakat butuh tindakan nyata, mereka harus memberi bukti dengan menangkap koruptor besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan dengan tuntas pimpinan baru ini antara lain kasus Nazaruddin, kasus Nunun Nurbaetie, kasus Century yang tidak jelas akhirnya, kasus korupsi di bidang pertambangan dan hutan, juga pembersihan di birokrasi dan penegak hukum.

Lagi-lagi menjadi pertanyaan, apakah mampu 4 orang baru ini bersama-sama dengan Busyro Muqoddas memerangi korupsi? Jangan sampai mereka hanya berkutat pada pencegahan, bermain pada tataran wacana tanpa aksi nyata.

"Kita jangan berpendapat dahulu. Kita wait and see saja," jelas pegiat antikorupsi Syafii Maarif yang berkomentar soal harapan akan pimpinan baru itu. Syafii menyampaikan hal itu saat dihubungi detikcom, Senin (5/12/2011).

Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini juga meminta agar publik terus memelototi kinerja pimpinan baru ini. Janji-janji mereka selama fit and profer test harus ditagih.

"Publik harus mengawal," tambahnya.

Syafii pun meminta publik tidak lagi mempersoalkan proses pemilihan dan latar belakang calon. DPR sudah memutuskan 4 nama, apapun risiko dan dasar pilihannya, palu sudah diketok.

"Sebenarnya saya prihatin, perlu dipertanyakan atas pilihan DPR yang berbeda dengan ranking Pansel. Apakah kita membela negara atau kepentingan masing-masing?" tanya Syafii.

Namun terlepas dari semua kontroversi, kini aksi pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu yang ditunggu. Semoga saja pimpinan baru ini kebal akan intervensi. "Jadi kita lihat saja," ucap Syafii.


(ndr/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini