"Warga sampai saat ini direlokasi di mana belum ditentukan, sementara dibicarakan oleh pihak-pihak terkait. Yang pasti warga harus pindah," kata Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, di lokasi ambruknya tembok, Senin (5/12/2011).
Pemkot Makassar juga melarang pihak developer Perumahan The Mutiara untuk melanjutkan pembangunan, sampai pihak kepolisian selesai melakukan penyelidikan. "Mereka (warga) tidak lagi boleh tinggal di situ supaya jumlah korban tidak bertambah, dan pihak developer tidak boleh melakukan pekerjaan konstruksi sampai pihak kepolisian melakukan penyelidikan," imbuhnya.
Wali Kota Makassar juga mengunjungi rumah duka, dan berjanji menjamin seluruh biaya pengobatan korban luka serta pengantaran jenazah yang rata-rata tinggal di luar Makassar. "Semuanya ditanggung," ujarnya.
Pengamatan detikcom, tanah timbunan di balik tembok lebih tinggi dari rumah-rumah warga yang menempel di tembok pembatas tersebut. Bangunan-bangunan yang tertimpa reruntuhan tembok merupakan bangunan liar yang beratap seng, dan berdinding triplek. Total keluarga yang tinggal di areal tersebut berjumlah 42 kepala keluarga. Ironisnya lokasi rumah-rumah tersebut berada persis di belakang Kantor Lurah Sindrijala, Kecamatan Panakukang.
Saat ini di sekitar lokasi kejadian, didirikan posko untuk tim medis dan SAR. Belasan ambulans juga disiagakan untuk mengangkut korban lainnya, bila kembali ditemukan.
(anw/vit)











































