"Terpilihnya Abraham Samad merupakan konsensus politik lintas fraksi di DPR dalam pemberantasan korupsi. Kalau mau, sebenarnya Abraham Samad bisa terpilih secara aklamasi. Tapi kan lucu kalau aklamasi," ujar Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo kepada detikcom, Minggu (4/12/2011).
Menurut Dradjad, semua fraksi merasa nyaman dengan figur Abraham Samad. Advokat asal Makassar ini dinilai bisa menjaga jarak yang adil terhadap semua unsur kekuasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dradjad, tidak ada perdebatan serius di Komisi III terkait figur Abraham Samad. Cerita tentang adanya kubu di Komisi III tidak berlaku dalam hal pemilihan Abraham, baik sebagai salah satu pimpinan KPK maupun sebagai Ketua KPK.
"Perbedaan pandangan antar fraksi terjadi terutama dalam kasus Yunus Husein. Dalam kasus Abraham, semua sepakat, bulat," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam voting pemilihan ketua KPK yang dilaksanakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12), Abraham Samad terpilih sebagai ketua lembaga antikourpsi untuk periode 2011-2015. Abraham berhasil unggul telak dari calon lain dengan perolehan suara 43 suara. Selanjutnya di bawah Abraham yakni Busyro Muqoddas dengan 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 3 suara dan Adnan Pandu Praja 1 suara.
(her/her)











































