"Saat ini kami menghentikan sementara pencarian korban akibat tidak adanya sumber cahaya memadai di sekitar lokasi, sambil kami mengidentifikasi jumlah korban atau korban hilang yang diambil dari pihak warga setempat," tutur Ismunandar.
Seluruh korban yang tewas merupakan warga tak mampu yang tinggal di bantaran Sungai Pampang yang berbatasan langsung dengan kompleks perumahan elit yang sementara dibangun oleh pihak developernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Hadiah Daeng Puji
2. Fitri
3. Saiful
4. Daeng Saro
5. Damang
6. Bucek
7. Diva
8. Daeng Maha
9. Daeng Jarre
10.Siti
Menurut Supriyadi, jenazah para korban tewas tersebut masih berada di 4 rumah sakit (RS) di sekitar lokasi. Jenazah dan para korban saat ini ada yang dilarikan ke RS Ibnu Sina, RS Dr Wahidin, RS Dr Faishal dan RS Bhayangkara Makassar.
Sebelumnya menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Cepi Asopari, di samping tembok itu sebelumnya ditinggali 9 kepala keluarga yang terdiri dari 42 orang yang berdiam dalam 30 rumah semi permanen.
"Data-data warga penghuni sekitar 30 unit rumah dan 42 orang. Mereka umumnya warga dari Jeneponto, perkerjaan tukang becak dan penjual koran serta pengemis (anak jalanan)," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Cepi Asopari, kepada detikcom, Minggu (4/12/2011).
Menurut Cepi, warga dari kalangan kurang mampu itu tinggal di lokasi sudah cukup lama, sebelum tembok lokasi dijadikan perumahan. "Ketika tembok runtuh maka menimpa warga," sambung dia.
"Sementara masyarakat tinggal di sekitar tempat kejadian dengan menggunakan tenda," sambungnya.
(mna/nwk)











































