Personil TNI Angkatan Darat dan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama warga sejak pagi berusaha menggali korban Kaharudin (45), warga dusun III Pangale yang tertimbun lumpur dan pohon. Korban ditemukan kali pertama oleh keluarga di timbunan lumpur dekat rumah korban. Usai diangkut, korban dievakuasi ke Posko Bencana dan selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Kaharudin. Anak korban dan istri histeris saat personil Brimob membawa jenazah ke rumah salah satu keluarga korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir bandang yang menerjang Desa Bolapapu, Sabtu (03/12/2011) sore mengakibatkan 6 dinyatakan hilang. Dari 6 yang dinyatakan hilang, 4 berhasil ditemukan. Sedang 2 warga lainnya yakni, Labo (47) warga Dusun II dan Theresia (52), warga Dusun II Pangale masih dalam pencarian petugas.
Pencarian para korban banjir ini melibatkan anjing pelacak dari Unit Polisi Satwa Brimob Polda Sulteng.
Selain menelan korban jiwa banjir bandang juga memporak porandakan rumah warga. Di Dusun II, tercatat 36 rumah warga hancur dan tertimbun lumpur. Dedang di Dusun III, rumah yang hancur mencapai 101 dan rumah rusak berat sebanyak 46 unit.
Dandim 1306 Donggala Letkol (CZI) Rudi Wahyudiono yang saat ini memimpin proses evakuasi dan penanganan korban banjir mengatakan bahwa mereka akan menunggu alat berat dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Sulteng untuk membersihkan lokasi.
“Anggota TNI Angkatan Darat sebelumnya menggelar penghijauan di beberapa perbukitan di wilayah ini sebelum datang banjir, sekarang seluruh anggota TNI sudah bersiaga di lokasi banjir bersama aparat Kepolisian membantu evakuasi warga dan menangani para korban banjir lainnya,” ujar Rudi.
(nwk/nwk)











































