"Saat ini sudah ada 21 korban tewas. Kita masih upayakan ada bus yang terjebak di sungai. Dan informasinya masih ada 13-16 korban yang hilang, belum ditemukan. Kita bersama tim SAR, masih berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar.
Hal itu disampaikan Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (4/12/2011).
Mengenai pemeriksaan, hingga saat ini Polisi sudah memeriksa 29 saksi dari unsur masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan staf Pemda Kukar.
"Untuk upaya penyelidikan, kita juga menggandeng ahli jasa konstruksi. Saat ini masih kita lakukan pendalaman. Bagaimana konstruksi jembatannya, pengawasannya, perawatannya. Apakah nanti ada unsur perbuatan melawan hukum? Itu yang masih terus kita dalami," jelas Boy.
Seperti diberitakan, Jembatan Kukar yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Menteri PU Djoko Kirmanto menyebut ambruknya jembatan itu terbilang langka mengingat usia jembatan baru 10 tahun.
(nwk/nvt)











































