Lebih Baik Oposan daripada Golput

Lebih Baik Oposan daripada Golput

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 15:00 WIB
Yogyakarta - Budayawan Emha Ainun Najib berpendapat, pasangan capres yang gagal ke putaran II, sebaiknya tidak mengarahkan massanya menjadi golput.Sebaiknya, mereka harus tampil sebagai partner kritis bagi pemerintah terpilih kelak. Bentuknya bisa sebagai oposisi, atau partner diskusi dalam menentukan kebijakan.Pilihan ini akan menyelamatkan muka mereka dibanding harus memilih golput. "Kan mereka dulu bilang, maju ke pilpres untuk rakyat. Jadi dalam posisi apa pun, harus tetap untuk rakyat. Gagal jadi presiden, tidak harus memusuhi presiden yang terpilih kan?" ujar Emha saat bertemu di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, Senin (19/7/2004).Menurutnya, oposisi ada dua bentuk, yaitu oposisi pragmatis dan oposisi kompetensi wacana. Dalam opisisi pragmatis, oposan selalu mengganggu segala kebijakan pemerintah yang akan diterapkan. "Sebab mereka mempunyai prinsip, seharusnya saya yang berkuasa bukan dia," kata suami artis Novia Kolopaking ini.Sedangkan dalam kompetensi wacana, mereka tidak membuat langkah-langkah politik untuk menjatuhakn pemerintah, melainkan memberi rakyat alternatif yang konstruktif terhadap segala kebijakan resmi negara."Dalam konteks inilah Amien Rais berpeluang besar untuk tampil. Selama ini beliau dikenal sebagai akademisi. Apabila saat ini dia muncul ke permukaan sebagai pihak yang legowo, maka wajah intelektualitasnya akan terselamatkan," kata Emha."Dia harus segera bergabung dengan kekuatan kritis untuk mengontrol jalannya pemerintahan, meski tidak harus lewat jalur politik lagi karena memang tujuannya bukan merebut kekuasaan. "Dibanding berkoalisi untuk berebut kursi kabinet, lebih gagah menjadi oposisi kritis," tegasnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads