Peringati 27 Juli, Mahasiswa STT Jakarta Beberkan Dosa SBY

Peringati 27 Juli, Mahasiswa STT Jakarta Beberkan Dosa SBY

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 14:59 WIB
Jakarta - Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta membakar ban untuk memperingati tragedi 27 Juli. Mereka juga membeberkan keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam tragedi tersebut."Ini bukan aksi mendukung Mega. Tapi ini untuk penegakan demokrasi di Indonesia," kata Hendri, salah seorang mahasiswa STT di sela-sela aksi di depan kampus STT Jakarta, Jl. Proklamasi 27, Jakarta, Senin (19/7/2004).Aksi pembakaran ban dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Selain membakar ban, Hendri yang dalam aksi itu hanya disertai 3 orang rekannya juga mendirikan tenda di depan kampus. Tak lama sekitar pukul 13.00 WIB, aparat polisi dari Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat datang untuk membubarkan aksi. Polisi menyatakan, pembakaran ban di tengah jalan menyebabkan kemacetan. Mereka langsung menyingkirkan ban-ban bekas yang dibakar itu ke pinggir jalan. Tak terima dengan tindakan polisi, mahasiswa protes. Namun karena jumlah yang tak sebanding mahasiswa menurut. Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Gumul Juang itu melanjutkan aksinya tanpa disertai pembakaran ban lagi. Mereka hanya membagikan selebaran yang isinya mengajak jangan memilih capres militer kepada pengendara yang lewat.Hendri menjelaskan, aksi demo itu merupakan sikap protes terhadap capres dan cawapres militer. Capres dari militer dinilai terlibat dalam serangkaian pembantaian dalam kasus 27 Juli, Semanggi I dan II serta konflik di Aceh, Ambon dan Papua. SBY yang pasti lolos ke Pilpres putaran kedua dinilai memiliki dosa sejarah dalam kasus 27 Juli. SBY, kata Hendri, mengikuti pertemuan para jenderal untuk merumuskan peristiwa berdarah di kantor PDI pimpinan Mega waktu itu. "Semoga dengan aksi ini kita dapat membuka kedok SBY yang sebenarnya," kata Hendri. (iy/)


Berita Terkait