"Justru kedekatan itu membuat komunikasi dengan Polri bagus. Jangan diartikan nanti saya akan diskriminatif," tegas Adnan kepada detikcom, Sabtu (3/12/2011).
Langkah awal yang dilakukannya saat menjadi pimpinan KPK adalah pembenahan internal. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan stigma KPK yang tebang pilih dalam menangani kasus korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnan juga akan melakukan perjanjian kepada lembaga-lembaga terkait untuk bekerjasama dalam pemberantasan korupsi seperti Kompolnas, Komisi Kejaksan dan Ombudsman. Adnan juga menjamin dirinya mampu menhadapi tekanan-tekanan yang akan dialaminya saat menjabat pimpinan KPK.
"Soal tekan menekan, saya tidak akan terpengaruh lah. Yang penting kita nanti kerja tidak diskriminatif, tidak tebang pilih, dan mempunyai skala prioritas," paparnya.
Apakah anda berani menindak pelaku korupsi di kepolisian?
"Bukan soal berani menindak, tapi kita melihat dalam setiap kasus saya tidak akan diskriminatif. Saya katakan bahwa saya akan kerjasama dengan pimpinan polri untuk memberatas korupsi," ungkapnya.
Dalam voting pemilihan ketua KPK yang dilaksanakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12/2011), Abraham Samad terpilih sebagai ketua lembaga antikourpsi untuk periode 2011-2015.
Abraham berhasil unggul telak dari calon lain dengan perolehan suara 43 suara. Selanjutnya di bawah Abraham yakni Busyro Muqoddas dengan 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 3 suara dan Adnan Pandu Praja 1 suara.
(mpr/gah)











































