"Nggak ada intervensi," ujar Abraham kepada detikcom, Sabtu (3/12/2011).
Abraham mengakui, saat sebelum pemilihan pimpinan KPK dan Ketua KPK, dirinya diundang fraksi-fraksi di DPR seperti PKB, PAN dan PDIP. Namun pertemuan itu hanya untuk mengetahui visi dan misinya jika terpilih sebagai Ketua KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abraham juga menuturkan dirinya bebas dari intervensi pihak Istana. Saat dirinya terpilih sebagai Ketua KPK, tidak ada pihak Istana yang menghubunginya.
"Nggak ada telepon-telepon dari Istana," ungkap pria yang memulai karirnya sebagai pengacara ini.
Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja dalam voting pemilihan Ketua KPK oleh Komisi III DPR Jumat (3/12) kemarin. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara.
(nik/gah)











































