5 Kopor Jamaah Hilang dalam Perjalanan Makkah-Madinah

Laporan dari Arab Saudi

5 Kopor Jamaah Hilang dalam Perjalanan Makkah-Madinah

- detikNews
Jumat, 02 Des 2011 22:19 WIB
5 Kopor Jamaah Hilang dalam Perjalanan Makkah-Madinah
Madinah - Insiden kopor hilang dalam perjalanan menuju Madinah Al Munawwarah terjadi lagi. Pada gelombang I, 5 kopor diduga jatuh dalam perjalanan Jeddah ke Madinah (330 km). Pada gelombang II ini, 5 kopor diduga jatuh dalam perjalanan Makkah ke Madinah sejauh 450 km.

Kepala Pengamanan dan Penanganan Kasus Misi Haji Daerah Kerja Madinah Letkol M Yahdi mengungkapkan, kehilangan kopor itu menimpa kloter 50 JKG (embarkasi Jakarta-Garuda). Sebanyak 8 bus dari perusahaan Arabian Al Madinah berombongan meninggalkan Makkah pada Rabu 30 November 2011 malam.

Di sekitar Tan'im, rombongan beristirahat untuk mendapatkan pelegas dahaga berupa air zamzam. Pada pemberhentian kedua, rombongan beristirahat kembali untuk makan malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itulah ketua rombongan bus 6 mengetahui tali-tali yang mengikat kopor-kopor biru berlogo maskapai Garuda, yang terletak di atas bus, lepas. Tali kemudian dikencangkan. Saat itu tidak dilakukan penghitungan ulang kopor.

Di tengah jalan, bus 6 mengalami masalah yaitu kopling rusak. Akhirnya, bus yang dikemudikan orang Indonesia itu diganti dengan bus Hafil. Jamaah bersama tas tenteng dan kopor-kopor mereka pun dipindah.

Sekitar pukul 2 dinihari (Kamis 1/12), bus tiba di depan hotel mereka di Madinah yaitu Badr Awali. Di sinilah ketua kloter menerima laporan dari ketua rombongan bus 6 bahwa dua kopor di bus tersebut hilang. Tak lama kemudian, ketua rombongan bus 3 yang telah datang lebih dulu, melaporkan 3 kopor dan sebuah tas tenteng (handybag) yang juga berlogo Garuda hilang.

"Jadi total yang hilang adalah 5 kopor dan 1 tas tenteng," kata Yahdi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/12/2011).

Yahdi menuturkan, muncul informasi ada yang melihat sebuah mobil GMC hitam yang mengambil 1 tas di jalan. Ada juga yang melihat, sebuah mobil melindas sebuah tas tenteng. Untuk bus rombongan 6, tidak diketahui kopor hilang saat masih berada di bus Al Arabia atau saat sudah berpindah ke Hafil.

Sebagai pihak yang menangani kasus ini, Yahdi akan melakukan sejumlah
langkah. Pertama, mengkroscek ke Naqobah (sebangsa Organda) Syairoh yang mengurusi pengangkutan jamaah. Kedua, membuat surat komplain kepada perusahaan bus (Al Arabia Almadinah Almunawwarah).

"Semoga direspons secepatnya. Kasihan kan jamaah, mereka mungkin sudah
susah payah mengumpulkan oleh-oleh untuk anak-cucu di Makkah, tiba-tiba hilang," kata Yahdi, yang berharap pihak Naqobah bersedia memberi ganti rugi.

Langkah lainnya, akan membuatkan jamaah surat kehilangan kopor sehingga jamaah bisa membeli kopor baru. Sebab, maskapai Garuda hanya akan mengangkut kopor yang berlogo maskapai saja.

Informasi yang diperolehnya, kopor hilang itu berisi oleh-oleh seperti kurma, kacang-kacangan dan sebagainya, serta pakaian yang dibawa dari Indonesia maupun yang dibeli di Saudi. "Barang berharga seperti emas dan uang tidak ada," kata Yahdi.

Pada awal bulan Oktober 2011, 5 kopor jamaah kloter MES 1 embarkasi Medan, hilang, diduga jatuh saat diangkut dengan bus Abu Sarhad dalam perjalanan Jeddah-Madinah. Tidak ada ganti rugi kepada mereka karena pemerintah tidak memiliki dana untuk itu.

Misi haji memberi uang kerohiman sebagai tanda simpati. Namun menurut Yahdi, ada yang tidak bersedia menerima uang kerohiman tersebut. Atas kasus bulan Oktober itu, misi haji Indonesia telah mengirim surat

(nrl/feb)


Berita Terkait