134 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung & Hujan Es di Lereng Merapi

134 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung & Hujan Es di Lereng Merapi

- detikNews
Jumat, 02 Des 2011 21:32 WIB
Magelang - Angin puting beliung dan hujan es menerjang di Lereng Merapi, tepatnya di Kecamatan Srumbung, Magelang, Jateng yang berada di radius 7 Km dari puncak Merapi. Akibatnya sebanyak 134 rumah di empat desa mengalami rusak.

Bahkan sebauh tiang listrik tumbang dan sampai saat ini kondisi empat desa gelap gulita tanpa penerangan listrik. Dua pohon juga sempat tumbang ditengah jalan desa setelah dihempas angin tersebut.

Keempat desa di Kecamatan Srumbung itu adalah di Dusun Polengan(4 rumah) dan Dusun Gowok(38 rumah), total di Desa Polengan sebanyak 42 rumah, di Desa Ngablak sebanyak 25 rumah, di Desa Mranggen 61 rumah, dan Desa Ngargosuko enam rumah. Dimungkinkan kerusakan ini akan terus bertambah karena sampai saat ini masih dilakukan pendataan terhadap kerusakan rumah dalam kondisi gelap gulita tanpa penerangan listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil informasi yang dihimpun detikcom Jumat(2/11/2011) angin kencang disertai hujan es selama 30 menit tejadi di kawasan lereng Merapi.

"Angin kencang tersebut tiba-tiba menerjang, sekitar pukul 16.20 WIB, setelah sebelumnya turun hujan es. Angin puting beliung setinggi tujuh meter, berputar-putar dari timur ke barat, selama 20 menit," tegas Pawiro (52) salah seorang warga Dusun Gowok, Desa Polengan, Kecamatan Srumbung.

Prawiro menggambarkan seketika itu pula ratusan warga langsung berhamburan keluar rumah karena listrik secara tiba-tiba dalam kondisi mati. Jaringan listrik yang masuk ke desa putus akibat tiang listrik saluran induk masuk kedesa roboh akibat terjangan angin. Ratusan warga sampai malam ini masih berada diluar rumah mereka. Sebab, selain kondisi listrik mati juga takut karena kondisi gelap gulita.

Tim SAR Kabupaten Magelang yang turun ke lapangan langsung melakukan pendataan rumah-rumah yang rusak. Upaya pembersihan dan perbaikan rumah yang rata-rata rusak ringan itu sampai saat ini belum dilakukan. Selain kondisi gelap, tim SAR yang turun menggunakan peralatan seadanya sehingga upaya perbaikan dan pemulihan kondisi rumah dengan warga tidak bias dilakukan.

โ€œProses pembersihan dan penanganan kerusakan tidak bisa dilaksanakan secara optimal karena aliran listrik mati dan kondisi gelap gulita,โ€ jelas salah satu anggota Tim SAR Muslim kepada detikcom.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih berjaga-jaga dan berada diluar rumah. Sempat ada salah satu rumah warga yang berupaya menggunakan genset untuk mendapatkan penerangan. Namun, peralatan pembangkit listrik sederhana itu terbatas.

Kades Polengan Wahudi mengatakan hujan es yang disertai angin ini mengakibatkan puluhan rumah milik warganya rusak ringan. Kerusakan sebagian besar didominasi pada bagian atap rumah seperti genting dan asbes ratusan rumah beterbangan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja dia mentaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Ratusan penduduk bersama petugas TNI Polri masih berupaya menyingkirkan pepohonan yang melintang di jalan.

Pemerintah Kabupaten Magelang meminta masyarakat yang tinggal di lereng-lereng pegunungan untuk meningkatkan kewaspadaan potensi bencana alam. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jawa Tengah tentang potensi puting beliung.

Kepala SAR Kabupaten Magelang Heri Prawoto mengatakan tiap tahun bencana alam selalu menimpa masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan. Selain tanah longsor, juga bencana puting beliung.

"Daerah itu adalah wilayah Kecamatan Dukun dan Srumbung di lereng Merapi, Kecamatan Kaliangkrik di lereng gunung Sumbing dan Kecamatan Pakis di lereng Merbabu," jelas Heri.

Heri Prawoto menambahkan, selain kawasan yang berada di lereng pegunungan, sejumlah kecamatan lain juga dikategorikan rawan terhadap bencana puting beliung. Diantaranya adalah Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan.


(mpr/anw)



Berita Terkait