Kekurangan Energi Listrik, Riau Bisa Bergejolak

Kekurangan Energi Listrik, Riau Bisa Bergejolak

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 14:15 WIB
Pekanbaru - Bila tidak segera diantisipasi, maka kekurangan energi listrik di Riau yang sudah berjalan selama 4 tahun, akan menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat. Karena itu manajemen PLN harus segera diubah menjadi lebih profesional. Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau, Andreas Herry Khahurifan kepada detikcom, Senin (19/07/2004) di ruang kerjanya Jl Hangtuah, Pekanbaru. Menurutnya, kondisi kekurangan daya listrik di Riau sejak dulu tidak diantisipasi pihak PLN. Selama ini perusahaan negera itu selalu mengkambinghitamkan sejumlah turbin yang mengalami kerusakan. Padahal yang mesti diantispasi PLN sesegara mungkin adalah menambah mesin bertenaga diesel."Manjeman PLN harus segara diubah ke arah yang lebih profesional. Jangan selalu mengkambinghitamkan turbin yang rusak. Tapi mereka harus bisa mencari solusi dalam mengatasi krisis listrik saat ini," tegas Andreas.Gejolak sosial itu, kata Andreas, akan mengkristal bila daya listrik di Riau tidak segera ditanggulangi. YLKI Riau mencatat sejak tahun 2003 lalu hingga kini lebih dari 6.000 calon pelanggan PLN masuk dalam daftar antrian."Padahal belum lama ini, pihak PLN Riau telah memberitahukan bahwa dari tahun 2004 hingga 2005 mendatang, tidak ada penambahan arus ke pelanggan PLN di Pekanbaru. Kondisi seperti itu dengan sendirinya hanya menunggu bom waktu yang dalam waktu dekat akan menimbulkan gejolak sosial," tutur Andreas."PLN harus mengantisipasi sebelum gejolak itu muncul. Sebab, ribuan calon pelanggan PLN di Pekanbaru ini akan merasa kecewa melihat manajemen PLN yang masih amburadul," sambungnya.DiskriminasiSelain antrean calon pelanggan PLN itu, menurut Andreas, juga terjadi diskriminasi sesama calon pelanggan. Misalnya saja, untuk rumah masyarakat dengan daya 900 watt, calon pelanggan itu bisa menunggu hingga 2 tahun baru ada pemasangan instalasi listrik."Kalau rumah masyarakat awam membutuhkan jaringan baru, PLN selalu menolak dengan alasan tidak tersedianya energi listrik. Anehnya, setiap ruko yang selesai dibangun telah tersedia jaringan listriknya. Inikan diskriminasi," kata Andreas.General Manager PLN Wilayah Riau Achmad Taufik Haji mengatakan, selama tahun 2003 hingga 2004, pihaknya telah menerima daftar antrean calon pelanggan PLN dari Real Estate Indonesia (REI) sebanyak 2.500 pelanggan. Jumlah itu belum lagi daftar antrean dari masyarakat lainnya.Namun ia mengakui, untuk saat ini pihak PLN membatasi pemasangan arus listrik ke calon pelanggannya. Kondisi itu disebabkan, dengan kondisi normal tanpa ada kerusakan turbin di sejumlah waduk, Riau masih kekurangan daya 40 mega watt (MW). "Kondisi itu membuat daftar antrean panjang para calon pelanggan PLN," kata Taufik. (nrl/)


Berita Terkait